Pengembangan Dashboard Potensi Investasi Sektor Air Minum dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya informasi mengenai proyek-proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), sehingga calon investor kesulitan mengidentifikasi BUMD Air Minum yang potensial untuk dikembangkan. Dashboard ini menyajikan data kinerja BUMD Air Minum di Indonesia secara praktis, transparan, dan terstandar.
Melalui kriteria penyaringan potensi investasi—seperti tarif, konsumsi rata-rata, Non-Revenue Water (NRW), cakupan pelayanan, kapasitas terpasang, idle capacity, hingga aspek kelayakan keuangan (creditworthiness)—dashboard ini memberikan gambaran komprehensif mengenai peluang investasi yang dapat diakses oleh calon investor maupun masyarakat umum.
Visi: Menjadi platform strategis yang mendorong minat investasi di sektor air minum melalui penyediaan informasi kinerja BUMD Air Minum yang transparan, terukur, dan terpercaya.
Misi:
Kriteria screening potensi investasi membantu menilai kesiapan BUMD Air Minum dari aspek operasional, keuangan, dan tata kelola. Beberapa penjelasan kriteria screening yang dipakai dalam penilaian potensi Proyek
| No. | Usulan Kriteria Potensi | Referensi Rumus / Data | Deskripsi |
|---|---|---|---|
| 1 | Persentase Tarif – FCR > 100% |
Pendapatan ────────── × 100% Biaya Operasi |
|
| 2 | NRW > 33% | Nilai Kehilangan NRW Distribusi |
|
| 3 | Cakupan Pelayanan < 70% |
Jumlah Penduduk Terlayani (Jiwa) ────────────── × 100% Jumlah Penduduk di Wilayah Pelayanan (Jiwa) |
|
| 4 | Rata-Rata Pemakaian Air > 16m3/Bulan |
Total Pemakaian Air ────────────── Jumlah Bulan |
|
| 5 | Idle Capacity > 25% | Kapasitas tidak terpasang (liter per detik) |
|
| 6 | Existing Capacity < 500 lps | Kapasitas terpasang (liter per detik) |
|
| 7 | Rasio Pegawai (SDM) <6 Orang (Kota) - <8 Orang (Kabupaten) |
Jumlah Pegawai ────────────── Jumlah Pelanggan Aktif/1.000 |
|
| 8 | Cakupan Layanan > 70% |
Jumlah Penduduk Terlayani (Jiwa) ──────────────× 100% Jumlah Penduduk di Wilayah Pelayanan (Jiwa) |
|
| 9 | NRW < 25% | Nilai Kehilangan NRW Distribusi |
|
| 10 | Pertumbuhan Pelanggan > 10% |
Jumlah Pelanggan Aktif Periode Ini - Jumlah Pelanggan Periode Lalu ──────────────x 100% Jumlah Pelanggan Periode Lalu |
|
| 11 | Creditworthiness |
Menggunakan parameter creditworthiness yang menghasilkan kategori:
|
|
Berikut adalah rekomendasi lingkup kerja sama yang dapat dipertimbangkan oleh calon investor:
| Penurunan Non-Revenue Water | Peningkatan Kapasitas Produksi | Optimalisasi Idle Capacity |
|---|---|---|
|
Lingkup Proyek ☐ New/improvement DMA ☐ Rehabilitasi Pipa Transmisi-distribusi ☐ Rehabilitasi reservoir dan jaringan distribusi ☐ Pemeliharaan kebocoran Bentuk Kontrak: ☐ Kontrak Berbasis Kinerja (KBK) ☐ DBO untuk upgrade jaringan Skema Pengembalian: ☐ Skema KBK ☐ Fix Payment dan variable payment Rekomendasi Kriteria Penyaringan: ☐ NRW > 33% ☐ Persentase Tarif FCR > 100% ☐ Rasio Pegawai ≤ 6 orang (kota); ≤ 8 orang (kabupaten) ☐ Cakupan Layanan > 70% |
Lingkup Proyek ☐ Penambahan Kapasitas Baru ☐ Pembangunan intake dan pompa baru ☐ WTP uprate ☐ Pemasangan pipa Transmisi produksi ☐ Peningkatan kapasitas reservoir Bentuk Kontrak: ☐ DBFOM ☐ DB Skema Pengembalian: ☐ AP (user charge dengan take or pay) Rekomendasi Kriteria Penyaringan: ☐ Cakupan Layanan < 70% ☐ Existing Capacity > 500 lps ☐ NRW < 25% ☐ Pertumbuhan Pelanggan ≥ 10% |
Lingkup Proyek ☐ Optimalisasi pipa utama (jaringan distribusi) ☐ Reservoir ☐ Sambungan baru ☐ Optimalisasi kapasitas WTP yang belum terserap ☐ Integrasi teknologi monitoring supply-demand Bentuk Kontrak: ☐ Business-to-Business (B2B) ☐ JO / KSO untuk daerah layanan tertentu ☐ DB Skema Pengembalian: ☐ Skema KBK ☐ Fix Payment ☐ Installment Rekomendasi Kriteria Penyaringan ☐ Idle Capacity > 10% ☐ Cakupan Layanan < 70% |
| No | Fokus Utama | Jenis Data yang Tersedia | Kriteria yang Memakai Referensi |
|---|---|---|---|
| 1 | RPJMN | 1. NRW Rata-Rata Nasional 2. Cakupan layanan Rata-Rata Nasional 3. Kontinuitas pelayanan air |
|
| 2 | Buku Kinerja BUMD Air Minum |
1. Return on Equity (ROE) 2. Rasio Operasi 3. Rasio Kas 4. Efektivitas Penagihan 5. Solvabilitas 6. Rasio Pegawai 7. Rasio Diklat Pegawai 8. Beban Diklat Pegawai 9. Efisiensi Produksi 10. NRW 11. Jam Operasi Layanan 12. Tekanan Air pada Sambungan 13. Penggantian Meter Pelanggan 14. Cakupan Layanan Teknis 15. Pertumbuhan Pelanggan 16. Tingkat Penyelesaian Pengaduan 17. Kualitas Air Pelanggan 18. Konsumsi Air Domestik |
|
| 3 | World Bank – International Benchmarking Network for Water and Sanitation (IBNET) |
1. Drinking Water Coverage 2. Continuity of Supply 3. Percentage with Supply 24 hours/day, 7 days/week 4. Non-Revenue Water (%) 5. Non-Revenue Water (liters/Connections/hr) 6. Sanitation Coverage (%) 7. Sewer Blockages (per 100 km of sewer) 8. Wastewater Collected and Treated (%) 9. Revenue Collection (%) 10. Percentage of Metered Connections (%) 11. Service Complaints Resolved (%) 12. Drinking Water Quality 13. Operation Cost Coverage 14. Number of Employees per 1,000 Connections 15. Percentage of Female Employees |
|
| 4 | Asian Development Bank: Indonesia Water Supply and Sanitation Project – Project Preparation Technical Assistance | Benchmarking indikator output penyediaan air minum |
|
| 5 | IUWASH Plus’ Creditworthiness Ladder (CWL) | 28 kriteria Creditworthiness |
|
Berikut adalah panduan penggunaan sistem kami:
Jika Anda memerlukan bantuan lebih lanjut, silakan hubungi tim dukungan kami:
Kontak Dukungan